Thursday, 24 April 2014

Keren Dimasa Depan Kepala Kamu Bisa Disambung

Temuan ini terdengar aneh. Mustahil. Tapi bagi seorang ahli bedah syaraf, Sergio Canavero, hal ini bisa dilakukan dan akan sangat menentukan masa depan manusia. Temuan yang bikin heboh itu adalah soal transpalansi kepala manusia atau penyambungan kepala dan tubuh, atau head transplant. Jadi kepala si A, misalnya, bisa disambungkan dengan tubuh si B.
Temuan ini sangat berguna terutama demi menolong mereka yang terkena penyakit lumpuh. Artinya memang harus ada donor. Menurut Sergio, hal ini sangat mungkin dilakukan di masa depan sebab secara teoritis bisa, sebagaimana dilansir Telegraph, 3 Juli 2013.

Bagaimana caranya?

Caranya hampir sama dengan apa yang dilakukan pada hewan. Untuk diketahui soal sambung-enyambung kepala dan tubuh ini memang sudah pernah dilakukan pada hewan di tahun 1970. Saat itu salah seorang ahli bernama Robert White sukses menyambungkan kepala monyet jenis rhesus ke tubuh monyet rhesus lainnya.
Tiga dekade kemudian, tepatnya tahun 2001, para ahli AS melakukan operasi serupa dan memang berhasil.
Yang kurang berhasil adalah monyet hasil transplantasi Dr White itu. Semula setelah kepala disambung dengan tubuh, indra penciuman sang monyet sudah berfungsi, sudah mampu pula membuka mata, serta merasakan makanan.
Sayangnya, karena Dr White tidak dapat menyambungkan spinal cord (saraf tulang belakang), sehingga akhirnya monyet itu lumpuh dan mati beberapa jam sesudah pembedahan.
Lalu percobaan yang sama diteliti untuk manusia? Ya, agak ngeri-ngeri cerdas memang. Tapi sejumlah ahli meragukannya. Terutama karena susah menyambungkan saraf-saraf tulang belakang itu dengan syarat-syarat di kepala. Dan memang, White sudah pernah gagal melakukannya.
Tapi menurut Canevaro, kegagalan White itu semata karena teknologi pada tahun 1970 belumlah semaju sekarang. “Kemajuan teknologi untuk menghubungkan kembali sumsum tulang belakang sudah mungkin terjadi. Terobosan itu mampu menyembuhkan kelumpuhan yang diderita oleh manusia,” katanya.
Dia lalu menguraikan secara deteil perdebatan soal sumsum tulang belakang itu. Hambatan teknis dari usaha penyambungan itu adalah kesamaan sel tulang belakang antara pendonor dan penerima. Sama halnya seperti golongan darah.
“Namun, dengan berkembangnya teknologi, isu itu akan bisa diatasi. Saya yakin, dengan didukung dokter-dokter ahli, operasi penyambungan dapat dilakukan dalam waktu 36 jam dengan biaya kurang lebih £8,5 juta (setara Rp. 128 miliar),” ujar Canavero optimistis.
“Ini bukan fiksi ilmiah, tapi bisa dilakukan pada hari ini. Operasi penyambungan ini mampu memberikan kehidupan baru bagi manusia. Kendala terbesar adalah masalah dana,” tambahnya.

Prosedur transplantasi

Canevaro menambahkan bahwa prosedur transplantasi sama dengan yang dilakukan pada hewan. Menidurkan kedua belah pihak yang akan menjalani transplantasi.
Kemudian kepala yang akan ditransplantasi didinginkan antara 12- 15 derajat Celcius. Selanjutnya, ahli bedah punya waktu satu jam untuk memindahkan kedua kepala dan menyambungkan kembali transplantasi kepala ke sistem peredaran dari tubuh donor.
Soal batasan waktu satu jam itu mempertimbangkan waktu terlama otak dapat bertahan hidup tanpa aliran oksigen dan darah.
Dalam paper-nya, ia mengusulkan pemotongan spinal cord dengan pisau bedah tajam, kemudian secara mekanik menyambungkan spinal cord dari salah satu tubuh ke tubuh yang lain.
“Pemotongan tuntas jadi kunci untuk penyatuan spinal cord. Oleh karena itu, memungkinkan jalur transmisi utama sistem saraf yang membantu membuat saraf (akson) terdekat menyatu dengan akson lainnya,” jelasnya.
Penyatuan itu memanfaatkan fusogen atau sealant, yang memperbaiki kerusakan membran sel akibat cedera secara mekanik.
Sementara kepala disambungkan, tubuh donor harus didinginkan dan diletakkan pada posisi cardiac arrest — perawatan hilangnya fungsi jantung. Kemudian jantung tubuh donor dapat dihidupkan kembali setelah kepala disambungkan.
Kendati uji coba penyambungan kepala ke tubuh tulang belakang belum dicoba, ia tetap yakin. Canavero mengandalkan keberhasilan pada penelitian sebelumnya, yang mana ilmuwan telah menghubungkan kembali spinal cord tikus dan anjing.

Dianggap aneh

Namun, klaim dari Canavero langsung ditolak oleh Profesor Anthony Warrens dari British Transplantation Society. Dia mengatakan, menghubungkan kepala dan tubuh manusia tidak ada gunanya. Dia menganggap ini konsep yang benar-benar aneh.
Profesor Anthony tidak sendirian. Dr Calum Mackellar dari Scottish Council on Human Bioethics pun mengatakan konsep yang ditawarkan Canavero tidak masuk di akal.
“Tindakan menyambungkan kepala dan tubuh manusia adalah seperti adegan pada film horor,” tuturnya.

Sekolah Khusus Balita Ini Biayanya Rp400 Juta Pertahun

JAKARTA—Sebuah sekolah swasta "berorientasi seni" untuk bayi usia tiga sampai 23 bulan akan segera dibuka di New York, Amerika Serikat, musim gugur ini, dengan uang tahunan yang dibanderol Rp389,4 juta.
Padahal, biaya sekolah di Universitas Harvard saja setahun sebesar Rp510, 9 juta.

Sekolah bernama "Explore+Discover" itu terletak di kawasan elit Manhattan, Gramercy Park. Sekolah tersebut memiliki delapan ruang kelas dan satu area rekreasi yang melayani sekitar 80-an bayi.

Sekolah dimulai jam 08.00 pagi dan selesai jam 18.00 dengan mata pelajaran meliputi "eksplorasi pagi", "sesi musik", "waktu bercerita", "permainan luar ruangan", "tidur siang", serta "perkembangan skill makan sendiri".

Meski anak balita umumnya belum mulai bisa merangkai kalimat sampai mereka mencapai usia sekitar dua tahun, Explore+Discover juga punya program Bahasa Spanyol yang "menuntun perkembangan fleksibilitas mental dan antusiasme serta fasilitasi untuk belajar berbagai bahasa asing".

Sekolah itu tercatat menjadi sekolah paling mahal bagi pusat belajar anak usia dini di New York.

HASIL UNDIAN PIALA ASIA U-19 Indonesia Lolos dari Grup Neraka

Timnas U-19 Indonesia lolos dari Grup Neraka dalam hasil undian pembagian grup Piala  Asia U-19 yang baru saja digelar Kamis (24/4), pukul 20.15 WIB Yadanar Grand Ballroom, Park Royal Hotel, Myanmar.
Timnas U-19 Indonesia berada di grup 'ringan' bersama dengan Australia, Uzbekistan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Hasil ini patut disyukuri karena Evan Dimas dkk terhindar dari juara 12 kali Korea Selatan, dan tim tangguh dari Asia Timur lainnya, yakni Jepang, China, dan Korut.
Adapun Grup C layak disebut sebagai Grup Neraka yang dihuni oleh Korea Selatan, Jepang, China, dan Vietnam. Grup ini boleh disebut sebagai grup 'Ras Kuning'.

Berikut Hasil Drawing Piala Asia U-19:
Grup A: Myanmar, Iran, Thailand, Yaman
Grup B: Uzbekistan, Australia, UEA, Indonesia
Grup C: Korsel, Jepang, China, Vietnam
Grup D: Korut. Irak, Qatar, Yaman

Monday, 7 April 2014

Liverpool dan ManCity Hadir di Indonesia, Bulan Depan

VIVAbola - Dua tim Premier League, Liverpool dan Manchester City, dijadwalkan berkunjung ke Indonesia, akhir Mei mendatang. Hanya saja, bukan tim utama yang akan menyambangi penggila sepakbola di Tanah Air. Klub-klub tersebut hanya mengutus Tim U-21 mereka.

Dalam tur Indonesia, Liverpool dan ManCity dijadwalkan bermain di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Di Jakarta, mereka bakal meladeni Persija, di Bandung menghadapi Persib dan di Surabaya bakal meladeni Pesebaya U-21 dan tim Pra PON Jatim.

"Liverpool dan ManCity akan melakukan tur di Indonesia. Waktunya antara tanggal 20-30 Mei nanti. Kami sudah dihubungi event organizer (EO)-nya kalau ingin tanding di Surabaya," terang Presiden Klub Persebaya, Diar Kusuma Putra, Senin, 7 April 2014.

Sama halnya dengan calon lawan yang akan datang bertamu, Diar menuturkan skuad Persebaya Selection bakal diperkuat pemain-pemain U-21 dan pemain muda dari tim utama Bajul Ijo.

"Untuk Persebaya, nanti kami akan memaksimalkan pemain-pemain muda macam Fandi Eko Utomo, Novri Setiawan, Abdul Rahman Lestaluhu dan lain-lain," ungkap Diar.

Pria yang juga Wakil Ketua Kadin Jatim ini berharap agar para pemain bisa memanfaatkan kesempatan melawan tim luar negeri. Menurutnya, mental para pemain muda bisa terasah dengan baik jika meladeni tim-tim tangguh dengan nama besar.

"Para pemain muda harus bisa tampil maksimal pada laga nanti. Peluang bagi mereka untuk menunjukkan permainan terbaiknya," jelas Diar.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid, menyatakan akan mempersiapkan Gelora Delta Sidoarjo karena tempatnya cukup representatif dan mudah dalam transportasi.

"Biar penggemar Liverpool dan ManCity di Jatim bisa menyaksikan dua tim yang dicintainya," katanya.
Lebih lanjut Abror mengaku akan melihat jadwal pertandingan kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21 dan Liga Nusantara. "Kami lihat nanti, kalau benturan ya digeser. Nanti tinggal koordinasi dengan pengelola kompetisi," jelas pria yang juga Director of Sport Persebaya ini. (one