Thursday, 15 November 2012
Demi Cinta, ia membelah Bukit Selama 20 Tahun Demi Cinta, ia membelah Bukit Selama 20 Tahun
Demi Cinta, ia membelah Bukit Selama 20 Tahun - Sebuah kisah kepahlawanan sejati diperlihatkan seorang lelaki India. Pasalnya ia bekerja tanpa pamrih, bukan demi julukan 'pahlawan', tak mengeluh sedikit pun ketika tak ada orang yang membantu. Yang penting, orang banyak bisa mengambil manfaat dari hasil kerjanya. Beginilah kisahnya. Dashrath Manjhi tinggal di sebuah desa terpencil dan terisolasi dari daerah lainnya. Ini dikarenakan letak desanya yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbatu terjal. Tidak ada sekolah, pasar, rumah sakit, dan tempat-tempat fasilitas umum lainnya di desa ini. Sehingga untuk ke berbagai tempat, para penduduk harus mendaki dan menuruni bukit begitu jauh. Sudah sering para penduduk setempat menyampaikan keprihatinan mereka kepada pihak pemerintah, para warga minta agar di desa mereka dibangun jalan. Namun permintaan itu sia-sia belaka, pemerintah tak pernah mengabulkannya. Mungkin karena sulitnya struktur geografis di desa itu. Berbagai usaha mandiri coba dilakukan warga desa untuk membuka jalan baru, namun semuanya gagal. Sampai pada akhirnya seorang Dashrath Manjhi mengambil inisiatif sendiri dan mulai melakukan pekerjaan selevel "Hercules". Dashrath Manjhi menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk membuat jalan yang selama ini dia dan seluruh warga desa minta kepada pemerintah. Bermodalkan alat seadanya seperti pahat, Dashrath Manjhi berhasil membelah bukit batu menjadi dua bagian. Jalan yang terbentuk dari terbelahnya bukit ini cukup lebar untuk bisa dilalui sepeda motor dan gerobak pengangkut barang. Apa yang membuat Dashrath Manjhi mampu melakukan pekerjaan yang sangat berat ini selama 20 tahun? Menurut penuturannya, rasa cinta kepada istrinyalah yang telah memberinya kekuatan untuk memulai pekerjaan berat ini, meskipun dia tidak lagi hidup untuk menyaksikan hasil dari jerih payahnya. "Istriku, Faguni Devi, terjatuh dan terluka parah saat melintasi bukit ini. Pada waktu itu dia bermaksud membawakan air minum untukku. Saya bekerja di sebuah peternakan yang terletak di balik bukit ini. Itulah hari dimana saya memutuskan untuk memahat bukit ini dan menjadikanya sebuah jalan." Kata Dashrath Manjhi. Istri Dashrath Manjhi meninggal karena jatuh sakit dan tidak sempat di bawa ke rumah sakit mengingat sulitnya perjalanan yang harus di tempuh antara desa mereka dengan Rumah Sakit. "Cinta saya kepada istri saya adalah percikan awal yang telah menyalakan api keinginan saya untuk memahat jalan ini. Tetapi keinginan melihat ribuan penduduk desa melintasi bukit kapan pun mereka ingin, membuat saya sanggup bekerja selama bertahun-tahun tanpa ada rasa takut dan khawatir." Dia juga mengatakan bahwa waktu pertama kali memulai pekerjaan ini, ia hanya sendirian. "Pada awalnya kebanyakan penduduk desa mengejek apa yang saya lakukan, tapi lama-kelamaan mereka mulai mendukung saya. Ada yang memberi makanan, ada juga yang membelikan peralatan untuk saya bekerja." "Apa yang saya lakukan adalah untuk semua orang. Ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang bisa menghentikanmu. Aku tidak takut akan dijatuhkan hukuman oleh pemerintah atas pekerjaanku ini, sama seperti aku juga tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari Pemerintah, tutur Dashrath Manjhi. Ironisnya, Dashrath Manjhi tidak menerima pengakuan apa-apa dari pihak Pemerintah, bahkan ketika ia meninggal dunia di tahun 2007, ia hanya menerima pengurusan pemakamannya oleh negara, tidak lebih. Cinta memang bisa membelah gunung. Cinta pula yang bisa menjadikan bumi tempat tinggal yang lebih baik bagi semua insan.
Monday, 5 November 2012
Mahasiswi Ini Mengaku Sering Kencan Dengan Dosennya
Mahasiswi Ini Mengaku Sering Kencan Dengan Dosennya – Mahasiswi dari Fakultas Ekonomi salah satu perguruan tinggi di Malang ini dengan “polos” mengakui bahwa dirinya kerap dikencani (baca:dikeloni) oleh dosen-dosen di kampusnya. Hal ini sengaja dilakukan demi untuk mendapatkan nilai yang bagus meskipun dirinya jarang masuk kuliah dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen di kampusnya. Fenomena mahasiswi yang merangkap jadi “Ayam Kampus” ini memang sudah bukan rahasia umum lagi. Dari dulu sampai sekarang, keberadaan mahasiswi ayam kampus ternyata masih ada bahkan mungkin bertambah banyak. Selain berhubungan dengan dosen mereka sendiri, para mahasiswi ayam kampus ini juga melayani pejabat, pengusaha bahkan pemain bola. Boleh jadi diantara para mahasiswi ini sempat masuk dalam jaringan prostitusi terselubung Yunita Keyko mucikari 1600 PSK yang sempat menggemparkan beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancara Kompas.com dengan salah satu mahasiswi berinisial SF ini. "Mengajak kencan dosen yang ngajar lebih efektif, tetapi tidak semua dosen diajak dan mau diajak," tutur SF, salah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Malang, saat ditemui Kompas.com di sebuah rumah kontrakan di Kota Malang, Senin (29/10/2012) malam. Menurut perempuan berusia 21 tahun ini, mengajak kencan adalah senjata terakhir untuk meluluhkan dosen yang killer dan pelit memberi nilai. "Tak jarang para dosen yang pelit akan nilai. Banyak juga dosen yang killer. Disogok pakai uang atau bingkisan jarang mau," kata SF. "Ya, diajak ketemuan di rumah makan atau di kafe sederhana. Setelah lumayan akrab, mulai memancing ke arah hubungan intim," lanjutnya. Namun, para dosen, lanjut SF, ternyata tidak mudah untuk diajak berhubungan intim. "Tidak langsung mau. Harus berkali-kali ngajak dan terus didekati. Kalau sudah gol, sudah pasti memberikan nilai bagus walau jarang masuk," akunya. Ditanya apakah juga dibayar oleh sang dosen? SF mengaku, untuk kelas dosen, gratis. "Karena yang butuh kita. Bukan dosennya. Teman-teman yang berprofesi itu ("ayam kampus") memang sering bolos kuliah. Malas mau ngerjain tugas. Jadinya, berbagai upaya dilakukan agar dapat nilai bagus," katanya. Setelah berhasil mengajak berhubungan seks dengan oknum dosennya, SF mengaku, para dosen tersebut akhirnya ketagihan. "Tak jarang minta berhubungan lagi. Ya, kita turuti, tetapi sifatnya tidak memaksa. Kalau ngajak via sms. Misalnya, 'ada waktu ketemu?'. Itu cara ngajaknya," beber SF. Umumnya, kata SF, dosen yang bisa diajak kencan usianya masih muda. Kencannya dilakukan di hotel sederhana. "Kalau dosen ambil hotel sederhana. Tak terlalu mahal. Yang penting aman," kata perempuan yang mewanti-wanti namanya tidak dituliskan ini. Seperti apa hotel yang dianggap aman itu? SF mengaku hotel yang bukan menjadi langganan "klien"-nya. "Karena kalau dosen, kan, bukan langganan," katanya lantas tersenyum. Lebih lanjut SF mengaku, awalnya dia tak mau melakukan hubungan seks di luar nikah. Namun, karena dirinya sudah tidak perawan sejak SMA dan sudah terbiasa, akhirnya dia menikmati menjadi "ayam kampus". "Saya sudah terbiasa dan diakibatkan karena tak perawan lagi. Saat SMA, pacar saya mengajak berhubungan, jika tak mau, akan diputus. Orangtua saya berantakan. Mama cerai dengan papa," keluhnya. Padahal, SF mengaku berasal dari keluarga kaya. "Papa saya seorang pengusaha. Mama juga pengusaha. Tapi papa selingkuh, mama akhirnya juga selingkuh. Ketahuan cerai. Saya jadi korbannya. Soal uang saya tak kekurangan. Tapi kedua orangtua sudah kurang peduli. Cuma kirim uang saja, tak mau tahu kondisi saya," aku SF. Dari cerita SF, Mahasiswi Yang Mengaku Sering Kencan Dengan Dosennya ini kita dapat menarik benang merah bahwa banyak faktor yang menjadi penyebab terjerumusnya seorang mahasiswi ke lembah nista menjadi seorang ayam kampus. Latar belakang keluarga yang broken home, kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua bisa jadi pemicu seorang anak mencari pelariannya di dunia luar.
Ini Dia Cewek yang Dicium Raffi Ahmad dan Bikin Yuni Shara Cemburu
Jakarta - Hubungan Raffi Ahmad dan Yuni Shara kini kembali renggang dan menggantung. Hal itu ditenggarai karena tingkah Raffi yang pecicilan dengan wanita lain. Tak dipungkiri, masalah itu muncul setelah Raffi mencium pipi gadis cantik bernama Okira, personel girlband Bexxa yang tengah menanjak. Semenjak itu, percikan pertengkaran terus terjadi di antara keduanya. Yuni mengaku terganggu dengan sikap Raffi yang berani mencium wanita lain. Sementara Raffi berdalih hal itu hanya merupakan gimmick yang dibuatnya sebagai seorang presenter di atas panggung.
Wah, Bali Akan Keluar Dari Indonesia??
Dreamers, hampir tidak pernah ada dampak positif yang keluar dari adanya konflik yang terjadi. Apalagi jika konflik tersebut melibatkan warga, dan dipicu oleh permasalahan-permasalahan yang sangat sensitif. Seperti konflik yang terjadi di wilayah Kalianda, Lampung Selatan, yang saat ini sedang menjadi sorotan banyak mata. Konflik yang diduga dipicu oleh permasalahan pelecehan seksual ini telah menjadi hal yang sangat disayangkan yang harus terjadi di Indonesia. Bentrok antara warga Desa Agom dengan warga Desa Bali Nuraga, Lampung Selatan, telah memakan korban jiwa yang angkanya bahkan sudah mencapai belasan. Konflik baru kembali timbul ketika Gubernur Provinsi Bali, I Made Mangku Pastike, mengatakan bahwa Bali akan berada di luar NKRI jika masyarakat Lampung melarang perantau Bali berada di Lampung. Pernyataan ini didapatkan dari pesan yang tersebar melalui layanan Blackberry Broadcast Messenger (BBM). Pernyataan tersebut sangat disesalkan oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Melani Leimena Suharli, seperti yang dilansir oleh msn, Melani menganggap pernyataan I Made Mangku Pastike hanyalah pernyataan emosional semata. Menurut Melani, seorang pemimpin tidak boleh emosional dalam menyampaikan pernyataan karena penyataannya itu akan jadi referensi oleh masyarakat yang dipimpinnya. Walaupun begitu, kesepakatan perdamaian antara warga yang berkonflik akhirnya dibuat. Seperti yang dilansir oleh kompas.com ada 10 butir kesepakatan damai antara keduanya, dimana kesepakatan tersebut antara lain berjanji tidak melakukan tindakan anarkistis yang mengatasnamakan SARA, dan sepakat apabila terjadi pertikaian masalah pribadi atau kelompok diselesaikan oleh keluarga atau kelompok, serta menjaga bersama keamanan dan ketertiban masyarakat. Wah, semoga bentrokkan antar warga tak akan terjadi lagi ya dreamers di Indonesia, dan perdamaian terus dipelihara di tanah air, aamiin!!
Subscribe to:
Posts (Atom)









