Showing posts with label Ekonomi Pemerintahan. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Pemerintahan. Show all posts

Thursday, 26 June 2014

Wamenperin Resmikan Rumah Produksi Pupuk Organik Cair di Gorontalo

JAKARTA] Indonesia merupakan salah satu negara yang dianugerahi sumber daya alam cukup berlimpah, terutama berasal dari sektor pertanian. Oleh karena itu, dalam rangka menopang ketahanan pangan nasional dan peningkatan produktivitas hasil pertanian dalam negeri, Kementerian Perindustrian terus memberikan dukungan dengan melakukan pembinaan dan pengembangan industri pupuk yang diproduksi dan dikelola secara kelompok usaha bersama untuk dimanfaatkan oleh sektor pertanian.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun dalam sambutannya pada acara Peresmian Rumah Produksi Pupuk Organik Cair (POC) di Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (25/6) sebagaimana dalam siaran persnya yang diterima SP, Rabu sore.

Pada acara peresmian tersebut, Alex didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Euis Saedah, dan dihadiri Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, dan Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang, Sudarto.

Pengembangan POC yang dilakukan tersebut merupakan kerjasama antara Direktorat Jenderal IKM, Kemenperin, dengan tim inovasi bioteknologi dan Balai Besar Pencegahan Pencemaran Lingkungan, Kementerian Perindustrian. Kolaborasi ini memberikan nilai positif dalam pengembangan industri, khususnya yang berbasis hasil penelitian dan pengembangan (litbang).

“Kami memberikan apresiasi atas hasil penelitian dan pengembangan hasil inovasi berbasis bioteknologi ini khususnya dalam pengembangan pupuk organik cair sebagai suplemen budidaya pertanian atau tanaman pangan dan nutrisi organik cair untuk peternakan dan perikanan. Selain itu juga diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian dan mendorong pemanfaatan bahan baku lokal untuk meningkatkan nilai tambah,” tegas Alex.

Dapat disampaikan, POC yang dikembangkan di pedesaan atau sentra pertanian tesebut merupakan hasil inovasi yang dilakukan oleh Cahya Yudi Widianto, peneliti yang berhasil menemukan dua jenis mikroba baru dengan ditambahkan tujuh konsorsium mikroba dan dapat digunakan.

Alex mengatakan, Rumah Produksi POC yang dikelola oleh KUB Surya Sejati di Kelurahan Talolobutu Kecamatan Tapa Bone Bolango ini terus beroperasi secara berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian dan menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian Gorontalo, baik berupa penyerapan tenaga kerja, peningkatan keterampilan dan menumbuhkembangkan industri pendukung terkait lainnya.

Di samping itu, Kemenperin bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG) juga melakukan penelitian dalam hal mengukur efektivitas pemanfaatan POC pada area sawah di Gorontalo. Kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam penelitian efektivitas produk dari industri tersebut menunjukkan sinergi dalam peningkatan peranan.

Selain melakukan pengembangan Rumah Produksi POC, Kementerian Perindustrian juga telah mengembangkan inkubator wirausaha IKM POC di beberapa tempat, salah satunya di Provinsi Gorontalo.

Dalam rangka pengembangan inkubator wirausaha IKM POC, beberapa hal yang telah dilakukan Kementerian Perindustrian dengan kerjasama Dinas Perindag setempat antara lain, pertama, pembentukan inkubator wirausaha IKM Berbasis Bioteknologi. Kedua, pelatihan inkubator wirausaha IKM berbasis bioteknologi.

Ketiga, fasilitasi sarana produksi inkubator wirausaha IKM berbasis bioteknologi. Keempat, sosialisasi penggunaan dan pengembangan POC, dan kelima, kerjasama penelitian efektivitas POC.

Pada kesempatan tersebut, Alex juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Gorontalo beserta seluruh SKPD, terutama Dinas Perindag dan Dinas Pertanian setempat, yang telah mendukung dan bekerjasama mewujudkan inkubator wirausaha IKM berbasis Bioteknologi yang akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Alex menegaskan, sumber daya alam Indonesia menjadi potensi yang cukup besar jika dapat dimanfaatkan dengan optimal, salah satunya sebagai sumber bahan baku bagi sektor industri.

Pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan industri tentu akan berdampak pada penguatan struktur industri di dalam negeri, peningkatan nilai tambah, pertumbuhan sub sektor ekonomi lainnya, pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri dan peningkatan ekspor.

Pada hari yang sama, Alex juga meresmikan beroperasinya Rumah Kemasan sebagai salah satu implementasi dukungan Kementerian Perindustrian dalam penguatan IKM Pangan khususnya dalam hal kemasan yaitu dengan mendirikan Rumah Kemasan di Gorontalo yang dikelola oleh Universitas Gorontalo sejak tahun 2012 hingga 2013 dengan memberikan bantuan fasilitas mesin dan peralatan. Keberadaan Rumah Kemasan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku IKM pangan di Gorontalo. [E-8/N-6]

http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/wamenperin-resmikan-rumah-produksi-pupuk-organik-cair-di-gorontalo/58257

Wednesday, 25 June 2014

Menerka Kebijakan Ekonomi Para Capres

Figur Jokowi adalah yang ingin perubahan, tetapi moderat. Contohnya dalam hal pertambangan, opsi nasionalisasi mungkin tidak akan dipilih,”

Jakarta -Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif menjadi awal untuk tahapan pesta demokrasi yang selanjutnya, yaitu Pemilihan Umum Presiden. Hasil di pemilu ini akan menentukan siapa saja kira-kira yang akan maju sebagai presiden. Kira-kira apa saja inti kebijakan ekonomi dari para calon tersebut?

Ahmad Erani Yustika, guru besar ekonomi Universitas Brawijaya, mengatakan sebelumnya banyak yang memperkirakan PDI Perjuangan akan menang mutlak dalam Pileg. Namun berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga, partai Moncong Putih hanya memperoleh sekitar 19 persen suara, tidak memadai untuk mengajukan calon presiden-wakil presiden sendiri.

PDI-P sudah menentukan calon presiden mereka yaitu Joko Widodo. Sosok Jokowi, sapaan akrabnya, merupakan calon presiden yang sudah diekspetasikan oleh pelaku pasar.

“Semula banyak yang memperkirakan PDI-P menang besar sehingga langkah Jokowi akan lebih mudah. Namun melihat hasil quick count, sepertinya peluang Jokowi tidak mudah karena persaingan bakal ketat,” kata Erani.

Menurut Erani, selain Jokowi akan ada calon kuat lainnya yaitu dari Aburizal Bakrie (Partai Golkar) dan Prabowo Subianto (Partai Gerindra). Dalam berbagai hasil quick count, Golkar dan Gerindra masing-masing menempati posisi dua dan tiga di bawah PDI-P.

Erani mencoba memperkirakan inti dari kebijakan ekonomi ketiga calon presiden tersebut. Untuk Jokowi, dia menilai akan ada perubahan tetapi hanya dalam level moderat.

“Figur Jokowi adalah yang ingin perubahan, tetapi moderat. Contohnya dalam hal pertambangan, opsi nasionalisasi mungkin tidak akan dipilih,” tutur Erani

Kebijakan Ekonomi Capres Dinilai Sebatas Pencitraan

“Masih lebih banyak pencitraannya. Program ekonomi dari capres seharusnya lebih realistis dan kongkrit, sehingga masyarakat bisa mengukur kebijakan mana sih yang betul-betul realistis dan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” 


Bisnis.com, JAKARTA—Ekonom menilai program pembangunan ekonomi yang dicanangkan oleh Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Jusuf Kalla dalam beberapa pekan terakhir ini masih sebatas pencitraan.

 Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan sebagian besar program ekonomi yang dicanangkan masing-masing pasangan capres dan cawapres terlalu ambisius.
“Masih lebih banyak pencitraannya. Program ekonomi dari capres seharusnya lebih realistis dan kongkrit, sehingga masyarakat bisa mengukur kebijakan mana sih yang betul-betul realistis dan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya, Minggu (25/05/2014).

Enny menilai seluruh masyarakat, baik dari pelaku usaha, maupun membutuhkan adanya kepastian. Oleh karena itu, masing-masing kandidat tidak perlu muluk-muluk dalam program pembangunan ekonominya, meskipun ada rasa optimisme dari Tanah Air.

Target pertumbuhan ekonomi 10% per tahun dari capres Prabowo contohnya. Dia menilai target tersebut tidak realistis untuk kondisi saat ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di atas 5% saat ini sebenarnya tergolong tinggi, dan hanya kalah dari Tiongkok dan India.
Bahkan, negara-negara maju, seperti AS maupun negara Eropa hanya di kisaran level 2% saja. Meskipun begitu, Lana menegaskan pertumbuhan ekonomi negara maju jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan Indonesia, terlihat dari produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.
“Kalau pertumbuhan didorong tinggi, maka polanya itu memacu sektor yang capital intensive. Kalau itu terjadi, maka pertumbuhan tinggi itu rapuh. Jadi menurut kami, menjawab masalah sekarang adalah mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6%-7% cukup ideal apabila diikuti dengan kualitasnya. Oleh karena itu, fundamental ekonomi nasional harus didominasi  industri yang tradable,  antara lain sektor pertambangan, pertanian dan pengolahan.
Sementara itu, program capres Jokowi terkait peningkatan eksplorasi dan eksploitas migas di dalam negeri dan luar negeri guna mengurangi impor minyak dinilai terlalu ambisius, dan membutuhkan waktu yang panjang.
Enny menilai pemerintah seharusnya mulai mengalihkan ketergantungan energi BBM ke energi alternatif dalam jangka panjang. Kalau tidak, sambungnya, Indonesia akan selamanya tersandera isu membengkaknya subsidi BBM.
Sekadar informasi, dalam Rancangan ABPN-Perubahan 2014, belanja subsidi BBM dan listrik bertambah Rp110 triliun itu karena melesetnya asumsi kurs rata-rata rupiah dari target awal Rp10.500 per dolar AS, dan lifting minyak sebesar 870.000 barel per hari.
Di samping itu, Enny berharap program pembangunan ekonomi dari pemerintah yang baru, dapat diarahkan untuk lebih menyelesaikan warisan pekerjaan rumah, dan melanjutkan program-program positif dari pemerintah sebelumnya.
Menurutnya, reformasi struktur perekonomian perlu terus dilakukan. Salah satunya dengan melanjutkan program percepatan pembangunan infrastruktur, terutama dalam mendorong hilirisasi industri dalam negeri.
“Paling dikeluhkan adalah efisiensi dari sistem logistik nasional. Selama ini daya saing kita terus terpuruk, karena biaya transportasi mencapai 24,5% terhadap GDP. Padahal, Malaysia hanya 13%, dan India sebesar 10%,” tuturnya.


Editor : Rustam Agus

Jokowi Bakal Beberkan Kebijakan Ekonomi Bertahap

"Mungkin mengenai kebijakan investasi akan selalu kita sampaikan di sini (Gedung BEI). Investasi ke depan akan kita dorong dan apa yang akan kita kerjakan ke depan secara kongkrit dan tertib,"

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menjadi Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Dalam Pemilihan Umum Legislatif PDIP mendapatkan suara terbanyak, dengan demikian peluang Jokowi menjadi Presiden Indonesia kian terbuka.

Namun, hingga kini Jokowi masih merahasiakan berbagai rencana kebijakan ekonomi jika nanti menduduki Kursi Nomor Satu RI.

Di berjanji setiap minggu akan membeberkan satu persatu kebijakan tersebut. "Nanti lah, nanti setiap minggu saya keluarkan satu-satu, nanti lah, jangan tergesa-gesa," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Bahkan Jokowi memastikan akan selalu menyampaikan kebijakan ekonomi kepada para pelaku pasar modal.

"Mungkin mengenai kebijakan investasi akan selalu kita sampaikan di sini (Gedung BEI). Investasi ke depan akan kita dorong dan apa yang akan kita kerjakan ke depan secara kongkrit dan tertib," papar dia.

Jokowi baru pertama kali mengunjungi Gedung BEI semenjak dirinya diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tahun lalu.

Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama atau lebih akrab disapa Ahok belum pernah mengunjungi BEI sama sekali.

Kedatangan Jokowi hari ini di Gedung BEI juga sekalian menutup pergerakan pasar saham Indonesia.

Tiba di Gedung BEI pukul 15.45 WIB, Jokowi langsung menuju ruang VIP Gedung BEI. Usai berbincang sejenak di ruang VIP Bursa Efek Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) didampingi Direktur BEI Ito Warsito menekan tombol penutupan bursa tepat pukul 16.00 WIB.

Dalam penutupannya, IHSG tercatat naik 50,85 atau 1,07% menjadi 4.816.58 poin. "Kemarin turun 3%, sore ini saya datang kok naik dikit 1,07%, kalau begitu saya harus sering-sering datang ke sini," canda Jokowi.
(nurmayanti) -

 See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2035902/jadi-capres-jokowi-bakal-beberkan-kebijakan-ekonomi-bertahap

SBY Tunggu Penyampaian Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Capres

“Rakyat bisa mendengar, kita bisa mendengar karena itu penting negara demokrasi modern ketika kandidat tengah berkompetisi kemudian menyampaikan visinya, policynya, solusinya dikritisi mana yang realistis mana yang paling klop dengan persoalan yang dihadapi,” 


Kabar24.com, JAKARTA—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunggu kebijakan dan solusi ekonomi dan kesejahteraan dari dua pasangan Capres dan Cawapres, yang akan disampaikan dalam debat Capres yang akan digelar malam ini.

“Rakyat bisa mendengar, kita bisa mendengar karena itu penting negara demokrasi modern ketika kandidat tengah berkompetisi kemudian menyampaikan visinya, policynya, solusinya dikritisi mana yang realistis mana yang paling klop dengan persoalan yang dihadapi,” ujar Presiden.

Presiden juga kembali menyinggung kebijakan dan solusi Capres dan Cawapres yang dinilai terlalu tinggi dan bukan retorika, sehingga bisa menjadi pertimbangan rakyat untuk memilih dalam Pilpres 2014 mendatang.
Menurut Presiden SBY, demokrasi kita harus bergerak ke sana, pemilihan umum, apakah pemilihan Bupati, apakah pemilihan Gubernur, apakah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden harus mengarah kepada keadaan seperti itu.

“Saudara tahu perekenomian global belum pulih benar, selalu ada masalah-masalah dalam perjalanannya dan dampaknya juga kita rasakan disamping perekonomian disetiap negara termasuk Indonesia selalua da masalah ada tantangannya, saya harus berkata seperi itu,” terang SBY. (Setkab.go.id)

Dubes RI untuk Lebanon Resmikan Truk Pengangkut Air Indobatt

"Dengan bertambahnya armada truk pengangkut air ini, maka diharapkan distribusi pengantaran air ke kompi-kompi akan menjadi lebih lancar,"

RMOL. Satuan tugas Indobatt (Indonesia Battalion) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) resmi memiliki satu kendaraan tambahan truk pengangkut air guna keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Lebanon, Dimas Samodra Rumdidampingi Komandan Satgas (Dansatgas) Indobatt Konga XXIII-H/Unifil Letkol Inf M. Asmi, beberapa waktu lalu meresmikan penggunaan truk pengangkut air tersebut, bertempat di Lapangan Soekarno Markas Indobatt UN Position 7-1 Adchit El Qusayr, Lebanon Selatan.

Menurut Dansatgas Indobatt, kendaraan truk pengangkut air ber-merk HINO tersebut merupakan bantuan dari Atase Pertahanan (Athan) Indonesia untuk Mesir dan dapat mengangkut air hingga kapasitas mencapai 8 ribu liter.

Setelah melewati beberapa proses administrasi di Sea Port Beirut akhirnya kendaraan truk pengangkut air dapat keluar dari pelabuhan, di mana Kasilog Satgas Indobatt Kapten Inf Dobby Novianto beserta stafnya langsung berangkat menuju ke Sea Port Beirut guna mengambil kendaraan truk tersebut.

"Dengan bertambahnya armada truk pengangkut air ini, maka diharapkan distribusi pengantaran air ke kompi-kompi akan menjadi lebih lancar," kata Dansatgas Indobatt.[wid] 

Jokowi Akan Jalankan Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Jalan Tengah

"Hanya dengan strategi demikianlah kita bisa memperbaiki indeks pembangunan yang dilengkapi dengan indeks kebahagiaan masyarakat,"

RMOL. Garis kebijakan Ekonomi Pemerintahan Jokowi bila memerintah adalah tetap membuka pasar dan melindungi kepentingan umum. Dan hal ini sudah dibuktikan Jokowi, misalnya saat memimpin Solo dengan melindungi dan memberdayakan pasar tradisional, maupun di Jakarta dengan mempersilakan investor masuk ke pembangunan infrastruktuktur transportasi

Untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan, pemerintahan Jokowi akan memperbaiki infrastruktur sektor pertanian terutama jalan dan irigasi. Sementara infrastruktur di sektor industri, akan diserahkan ke swasta dalam dan luar negeri.

"Kebijakan Ekonomi Pemerintahan jalan tengah ini dijalankan dengan tujuan memastikan perekonomian rakyat berkembang bersama perekonomian modern," kata Tim Pakar Seknas Jokowi, Eva Kusuma Sundari.

Sementara itu, lanjut Eva, pengelolaan sumberdaya alam diperbaiki dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Jokowi juga akan memulai membangun infrastruktur untuk industri, sementara kontrak-kontrak karya akan dinegosiasikan ulang agar divestasi dapat segera dilakukan.

"Hasil pengolahan sumber daya alam harus diprioritaskan untuk kepentingan konsumen dan industri domestik," tegas Eva, yang juga anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan.

Untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, lanjut Eva, pemerintah pusat dan daerah harus sama-sama menjalankan amanat UU Tata Ruang secara konsisten dan menyeluruh, juga memulai melaksanakan amanat UU Pembaharuan Agraria. Hal yang sangat penting, gotong royong dan kekeluargaan harus menjadi semangat seluruh pelaku ekonomi dalam menuju perwujudan kemandirian perekonomian nasional.

Sementara itu, Eva juga memastikan, pembangunan tidak mengorbankan hak generasi yang akan datang dan lingkungan. Di saat yang sama, penguatan ketahanan komunitas harus dibangun dan pariwisata diarahkan untuk mewujudkan eco-tourism sehingga memperkuat kebudayaan nasional yang berkepribadian.

"Hanya dengan strategi demikianlah kita bisa memperbaiki indeks pembangunan yang dilengkapi dengan indeks kebahagiaan masyarakat," demikian Eva. [ysa]