Showing posts with label Unik. Show all posts
Showing posts with label Unik. Show all posts

Thursday, 26 June 2014

Mobilnya Terbalik, Kakek-Nenek Ini Malah Selfie

TEMPO.CO, California - Demam selfie tidak hanya heboh di kalangan remaja, tapi juga manula. Seperti sepasang suami-istri yang telah menikah selama 60 tahun ini. Memang tak salah jika mereka ingin mengikuti tren berfoto itu. Namun, masalahnya, kakek-nenek ini malah asyik berpose sesaat setelah mereka mengalami kecelakaan di Bel Air, California.

Ceritanya, sejoli ini sedang mengendarai mobil elektrik dan mulai memasuki perumahan elite. Namun mobil yang mereka kendarai terbalik saat menabrak pembatas jalan.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu, 25 Juni 2014, setelah kejadian itu, si kakek memanjat mobil yang miring untuk bisa keluar, sementara istrinya masih terperangkap di dalam. Anehnya, di saat seperti itu, nenek yang duduk di belakang kemudi tersebut malah meminta suaminya untuk memberikan ponsel, lalu ia ber-selfie. (Baca: Studi: Selfie Bisa Buat Orang Makin Tak Disukai)

Setelah ber-selfie, nenek itu meminta suaminya untuk berdiri di depan mobil yang sedang terbalik dan minta tolong kepada seorang pejalan kaki untuk memfoto dirinya. Kakek berbaju biru itu pun tersenyum dan tidak panik sama sekali. (Baca: Demam Selfie Hanya Bertahan 6 Bulan)

Tak berapa lama, Los Angeles Fire Department datang dan membantu mengembalikan mobil ke posisi normal. Ada pecahan kaca dan sisi kanan mobil rusak. Beruntung, kakek-nenek yang tidak disebutkan namanya ini tak terluka sedikit pun.

Wednesday, 25 June 2014

Waw Pria Ini Nekad Pakai Panci Sebagai Topi Saat Foto Kartu Identitas

Hasil tes psikiatri tersebut tidak dapat meluluhkan hati pihak kepolisian, dan tetap memperingatkan Albon untuk segera mengganti fotonya dengan yang lebih 'norma'. Jika tidak dipatuhi, Albon diancam akan dicabut kartu lisensinya dan seluruh senjata api miliknya akan turut disita. 

Kabar24.com, ADELAIDE –Seorang pekerja disabilitas di Australia Selatan memaksa mengenakan penutup kepala berupa panci pembuat pasta untuk foto pada kartu lisensi kepemilikan senjata api.
Guy Albon, nama pekerja disabilitas tersebut, berhasil meyakinkan otoritas terkait untuk mengizinkan menggunakan panci pembuat pasta pasta sebagai penutup kepala dengan alasan hal tersebut penting bagi agama yang dianutnya, yakni sekte gereja Flying Spaghetti Monster.

Albon menjelaskan bahwa panci peniris pasta yang dikenakannya itu merupakan bagian dari benda suci sekte agama yang dianutnya.  Flying Spaghetti Monster sendiri, menurut Albon, adalah sebuah gerakan global yang mengenalkan kerendahan hati dan sudut pandang obyektif dalam beragama.

Kepada majalah The Advertiser, majalah budaya pop komersial, Albon menceritakan bahwa pernyataan tentang agama yang dianutnya itu membuat para petugas terkait terkejut. Mereka, lanjut Albon, mengaku tertarik dengan ajaran agama yang dianutnya dan tidak mempermasalahkan permintaan dirinya untuk mengenakan panci peniris pasta di kepala saat pengambilan foto untuk kartu kepemilikan senjata api.
Hampir satu tahun Albon mengantongi izin kepemilikan senjata api, namun kartu lisensinya berubah menjadi masalah saat ia belum lama ini dicek oleh pihak kepolisian. Pihak kepolisian tidak berkenan menerima pose Albon mengenakan panci peniris pasta itu dalam kartu lisensinya. Alhasil, empat senjata api yang dimiliki Albon disita sementara hingga ia mengganti pose fotonya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bahkan pihak kepolisian sampai meminta pemeriksaan oleh psikiater untuk mengecek kondisi kejiwaan Albon karena dikhawatirkan lisensi kepemilikan senjara yang dimilikinya akan disalah gunakan. Namun tes psikiatri membuktikan bahwa kondisi kejiwaan Albon aman untuk memiliki senjata api.


Hasil tes psikiatri tersebut tidak dapat meluluhkan hati pihak kepolisian, dan tetap memperingatkan Albon untuk segera mengganti fotonya dengan yang lebih 'norma'. Jika tidak dipatuhi, Albon diancam akan dicabut kartu lisensinya dan seluruh senjata api miliknya akan turut disita.

Albon pun akhirnya bersedia untuk memperbarui foto kartu lisensi kepemilikan senjata apinya. Namun, ia mengatakan akan kembali mengenakan panci peniris pasta di kepalanya sebagai bentuk ekspresi agama yang dianutnya. Hal tersebut akan ia lakukan saat memperbarui SIM miliknya dalam waktu dekat.
"Apa yang akan mereka (polisi) lakukan? Menyitas mobil saya?" sindir Albon

Bocah Ini Berpura-pura Diculik, Takut Ke Dokter Gigi

Kepada petugas dia memberikan ciri-ciri penjahat yang terdapat bekas luka di wajahnya dan mobil yang digunakan penculik. Penculik itu juga digambarkan berusia 30 tahun, tinggi sekitar 170 cm, dan berotot.

Kabar24.com, PRANCIS—Seorang bocah berusia 12 tahun di Prancis nekad berbohong kepada polisi dengan mengatakan dirinya telah diculik, hanya karena ingin menghindari pergi ke dokter gigi.

Seperti dilansir nydailynews, Senin (23/6/2014), penyelidikan ini cukup memakan waktu hingga satu bulan oleh kepolisian setempat.

Pada 21 Mei lalu bocah tersebut ditemukan oleh polisi bersembunyi di Desa Alpine St Gervais. Ketika ditanya petugas, bocah warga kota Bagnols ini itu mengaku baru saja lolos dari upaya penculikan.

Kepada petugas dia memberikan ciri-ciri penjahat yang terdapat bekas luka di wajahnya dan mobil yang digunakan penculik. Penculik itu juga digambarkan berusia 30 tahun, tinggi sekitar 170 cm, dan berotot.

Dengan pengakuan bocah itu, polisi melihat seluruh CCTV yang ada di seluruh kota selama seharian. Namun, polisi curiga bahwa bocah tersebut berbohong karena tidak ada tanda-tanda penculikan.

Saat didesak petugas, akhirnya bocah tersebut mengakui bahwa dirinya berbohong agar tidak jadi pergi ke dokter gigi.

Thursday, 19 June 2014

berita terkini Wanita Ini Diduga Lahirkan Seekor Tokek

"Ini jelas merupakan omong kosong yang menunjukan ada seorang wanita melahirkan tokek. Secara medis, hal ini tidak akan terjadi,"

JAKARTA— Seorang wanita di Sulawesi menggemparkan media asing karena diduga melahirkan tokek.

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kasus tersebut. Namun, para ilmuwan telah menyatakan hal ini merupakan omong kosong', menurut sebuah laporan yang diterbitkan di Inggris Daily Mirror.
Kelahiran tokek itu terjadi pada bulan Mei dan sekarang menjadi perdebatan masyarakat di dunia maya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Messe Ataupah mengaku tidak percaya dengan kejadian ini.

"Ini jelas merupakan omong kosong yang menunjukan ada seorang wanita melahirkan tokek. Secara medis, hal ini tidak akan terjadi," katanya seperti dilansir emirates247, Sabtu (14/6/2014).

Dia menduga kemungkinan wanita itu memiliki kandungan yang kosong, atau telah melakukan persalinan sebelumnya. Adanya tokek sendiri, katanya, mungkin sudah ada di lokasi persalinan sehingga disimpulkan wanita itu melahirkan tokek. (Jibi/Bisnis-Jabar.com)

Monday, 10 February 2014

Nenek Tunanetra `Nyentrik`, Pasang Tato di Sekujur Tubuhnya

Liputan6.com, Wales : Seorang nenek 'nyentrik' berusia 52 tahun menutupi sekujur tubuhnya dengan tato. Dia menghabiskan 416 jam untuk menahan sakit selama badannya ditato. Meski begitu, hasil karya yang indah di tubuhnya itu tidak akan dapat ia lihat dan nikmati karena dia buta.
Sudah 3 tahun, Fran Atkinson punya hiasan warna-warni yang menempel di badannya itu. Tapi si nenek tak pernah bisa melihat tatonya itu, karena ia tunanetra alias tak bisa melihat.
Sang suami, Ron Atkinson, dan seniman tato kepercayaannya, Grez Bowman yang bertindak sebagai 'mata' bagi Fran. Mereka yang menjelaskan ke Fran bagaimana dan rupa karya seni itu menempel pada tubuhnya.
Nenek Tunanetra `Nyentrik`, Pasang Tato di Sekujur Tubuhnya
"Keinginan saya ini bermula saat 3 tahun lalu. Saya tiba-tiba berhasrat untuk memasang tato pada sekujur tubuh saya," ujar ibu yang memiliki anak satu itu, seperti dilansir Dailymail, Rabu (5/2/2014).
Fran kemudian mendatangi Grez di gerai tato 'North Wales Ink' di Jalan Utama Prestatyn, Wales. Ia mulai menato tubuhnya sedikit demi sedikit.
Setiap pekan, wanita itu menghabiskan waktu sekitar 2 hingga 4 jam. Hingga pada akhirnya tato memenuhi sekujur tubuhnya setelah menjalani proses dengan total waktu 48 jam.
"Fran sering mendatangiku, dan kami menjadi teman baik. Dia juga telah mempercayaiku dan kemampuan seniku untuk menato tubuhnya," ujar Bowman.
"Aku juga telah mengerjakan bagian-bagian kecil di tubuhnya untuk waktu yang lama. Itu cukup mengejutkan ketika melihat tato tersebut secara keseluruhan. Saya sangat senang dengan hasil akhirnya," imbuh dia.
Kocek Puluhan Juta
Uang ribuan poundsterling atau puluhan juta dikeluarkan Fran untuk mewujudkan keinginannya itu. Di mata sang suami, Ron, tato pada tubuh Fran merupakan yang karya seni terbesar yang pernah ia lihat.
"Fran adalah seorang eksibisionis. Dia senang memberikan kejutan pada orang-orang. Aku selalu mendukung apa pun yang dia ingin lakukan. Aku mengerti sekali bahwa tato itu bisa menjadi candu baginya," tutur Bowman.
Selama ditato, Fran mengaku mengalami kesakitan, terutama saat coretan tersebut ditorehkan pada lutut, ketiak, dan pergelangan kakinya. Kini Ibu dari bocah bernama Rhyl itu sudah merasa cukup dengan tatonya itu.
Fran berharap bisa menyandang gelar sebagai wanita dengan tato terbanyak di Wales, Inggris. Ia juga mendambakan bisa masuk dalam Guinness Book of World Records.
Wanita nyentrik itu buta karena menderita penyakit Retinitis Pigmentosa (RP), penyakit mata bawaan yang merupakan gangguan penurunan fungsi penglihatan yang sangat parah bahkan sampai kebutaan.
Dia mulai mengalami penurunan penglihatan ketika masih remaja dan sekarang penglihatannya hanya mencapai 3-5 persen penglihatan orang normal. Meski begitu, Fran mengatakan, dirinya selalu memiliki kegemaran terhadap seni tubuh. (Ris/Riz)

Punya `Buntut` 36 Cm, Chandre Disembah Bak Dewa

Liputan6.com, Punjab : Pria ini terlahir dengan buntut sepanjang 36 centimeter yang tumbuh dari punggungnya. Namun pria bernama Chandre Oraon itu adalah orang pertama yang mengakui kehidupan dengan 'ekor' itu jauh dari mudah.
Kendati demikian, pria yang berprofesi sebagai pemetik teh ini mengaku tidak akan mengubah kenyataan. Seperti dikutip Liputan6.com dariNews.com.au Senin (10/2/2014), ia justru akan menikmati status seperti 'Dewa'. Meskipun hal itu begitu dibenci istrinya.
Ya, keberadaan buntut itu membuat Chandre disembah oleh ratusan pengikut di India. Mereka berpikir Chandre adalah Dewa Monyet.
"Beberapa orang Hindu melihat ekor sebagai keberuntungan dan percaya itu pertanda dia adalah inkarnasi dari Dewa Monyet yang dikenal sebagai Hanuman," demikian laporan Barcroft TV.
Tetapi istri Chandre, Maino mengatakan sangat sulit baginya menjalani hidup dengan suaminya itu. Tidak mudah menikah dengan 'Dewa' yang hidup, sebab dia harus banyak berkompromi.
"Dia tidak terlihat baik. Ibu saya dan ayah saya meninggal ketika saya masih muda. Jadi saudara-saudara saya ingin saya untuk menikah. Jadi saya harus berkompromi dan akhirnya menikah dengannya," beber Maino.
Punya `Buntut` 36 Cm, Chandre Disembah Bak Dewa
Pengikut yang melakukan perjalanan untuk melihat Chandre di Desa Bengal Barat percaya dia bisa menyembuhkan penyakit dan karena diberkati.
Namun para ahli mengatakan 'ekor' Chandre bukanlah hadiah dari Tuhan, melainkan cacat bawaan sejak lahir. "Meski ia mungkin bisa memanjat pohon, Chandre hanyalah manusia normal yang memiliki cacat bawaan," tegas petugas medis setempat, Bhushan Chakrabort, kepada The Indian Express.
Para ahli kesehatan lain juga mengatakan hal serupa. Menurut mereka, ekor Chandra dikenal dengan sebutan spina bifida, suatu kondisi di mana tulang belakang gagal menutup dengan benar.
Dalam beberapa kasus, keberadaan ekor itu bisa dibuang. Tetapi Chandre menegaskan akan mempertahankannya. Meskipun ia diganggu dan diejek sejak kecil.
"Aku akan senang membangun sebuah kuil untuk menampung ratusan pengikutnya, tapi tidak bisa membelinya," ungkap Chandre. (Tnt/Eks)

Transjakarta (Baru) Karatan

Liputan6.com, Jakarta : Setelah melihat tanggul Kebon Baru, Tebet, Jaksel, yang dikabarkan jebol, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo langsung menuju Ancol, Jakarta Utara. Mantan Wali Kota Solo itu akan meresmikan 30 armada bus Transjakarta baru produk dari China.
Transjakarta (Baru) Karatan
"Dengan mengucap bismillah, pada hari ini saya resmikan 30 bus Transjakarta," ucap pria yang disapa Jokowi itu di halte Transjakarta Ancol, Rabu 22 Januari 2014 lalu. Setelah itu dia membunyikan klakson yang disambut dengan tepuk tangan meriah.
Sebanyak 30 bus yang diresmikan tersebut bakal ditempatkan pada rute PGC-Ancol dan Harmoni-Lebak Bulus. Sebelumnya, 30 bus serupa juga telah diluncurkan. Bus-bus itu ditempatkan di Koridor II, Pulogadung- Senayan, dan Koridor III, Kalideres-Harmoni-Bundaran Senayan.
Namun, selang beberapa hari, beredar beberapa foto pada salah satu media yang menunjukkan 5 bus baru yang didatangkan dari China itu dalam kondisi bekas dan rekondisi pada beberapa bagiannya.
Dalam foto itu, tampak bagian beberapa komponen bus seperti tabung oli power steering dan turbo sensor berkarat atau korosi. Selain itu, kompresor AC tampak berjamur dan kabel otomatis spion terpasang tak rapi, dan salah satu rangka bus juga berkarat.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun langsung angkat bicara. Pihaknya meminta harus ada yangbertanggung jawab atas temuan hal ini. "Siapa? Siapa yang bertanggung jawab? Sudah jelas kok siapa," ujar pria yang kerap disapa Jokowi itu.
Apakah yang dimaksud Jokowi tersebut Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, Jokowi tidak membantahnya. "Ya, sudah jelas lah, siapa lagi," ucap Jokowi datar.
Sikap geram ditunjukkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok itu yakin adanya bus baru yang sudah karatan itu menunjukkan masih banyak pejabat Pemprov DKI yang bermain proyek.
"Periksa semua, bagi pemasok, si pengada, semua harus dipenjarain. Supaya dia kapok. Ini harus dicari kenapa beli bus mahal tapi bobrok. Makannya saya bilang pada aparat, periksa sajalah, tangkap. Ini sudah keterlaluan," geram pria yang akrab disapa Ahok itu di Jakarta, Senin (10/2/2014).
Ada Suap?
Adanya sesuatu tak beres pada bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) itu memunculkan `bau` tak sedap pada instansi terkait. Meski begitu, perlu data valid untuk membuktikan tudingan tersebut.
"Mungkin ada oknum Dishub yang menerima barang itu disogok, mungkin kan. Tapi kita belum tahu," ucap Ahok di Jakarta, Senin (10/2/2014).
Untuk itu, Ahok meminta pengadaan bus Transjakarta dilakukan dengan cermat. Sehingga bus yang didatangkan dengan harga mahal itu bisa lebih berkualitas.
"Ambil contoh bus tingkat Singapura yang sudah teruji berpuluh-puluh tahun. Kenapa tiba-tiba beli, datang merek Winchai (merek China)? Kan aneh," kata Ahok.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana tak dapat memahami alasan munculnya karat pada komponen dan beberapa bagian dalam bus tersebut. Ia curiga, karat pada komponen bus karena kualitas bus yang rendah. "Kita dobel prihatin, karena selain lebih mahal kualitasnya juga buruk," ucap Sani.
Bila hal tersebut dibiarkan, Sani khawatir pengadaan 4 ribu unit bus tahun ini, baik bus Transjakarta maupun bus sedang mempunyai kualitas yang rendah. Karena itu, ia mengatakan peristiwa serupa tidak boleh lagi terjadi.
"Saya minta Komisi B untuk mengundang Dinas Perhubungan untuk menjelaskan kenapa situasi seperti ini bisa terjadi," jelas Sani.
Laut Sebabkan Karat
Presiden Direktur PT San Abadi selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Bus Transjakarta Articulated, Indra Krisna membantah pihaknya menjual bus bekas. Menurutnya, kondisi karat terjadi lantaran bus terlalu lama dalam pengiriman. Biasanya pengiriman hanya 14 hari, namun karena cuaca buruk, pengiriman 31 unit bus memakan waktu hingga 6 pekan.
"Barang apapun kalau ada di sekitar laut, kondisi angin laut dan air laut merusak. Akhirnya ada beberapa minor komponen karat," ucap Indra di Jakarta, Senin (10/2/2014).
Indra memastikan karat dan rusak yang terjadi pada 5 bus itu tidak terjadi pada bagian mesin. Sebab, bahan mesin terbuat dari alumunium yang tidak akan terkena karat atau korosi. "Kalau mesin kita tegaskan tidak ada karat karena alumunium. Dan kalau hanya itu hanya minor komponen," tegas Indra di Jakarta, Senin (10/2/2014).
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak percaya dengan alasan dari agen pemegang merek bus asal China tersebut. Menurutnya, armada bus yang baru tiba itu tak mungkin berkarat karena terkena air laut selama proses pengapalan.
"Kena air laut ya nggak apa-apa disemprot dong, masa di dalam kapal kena air laut, kita kan nggak ngirim sekali dua kali. Melihat orang lain kirim di tongkang terbuka saja kena air laut tidak masalah kok, lah ini kan pakai kapal," ujar Jokowi heran di Balaikota, Senin (10/2/2014).
Jokowi pun yakin, semestinya bila bus tersebut dikirim melalui kapal, walau harus menempuh perjalanan cukup lama, tidak akan sampai merusak dan membuat komponen dan bagian dalam bus tersebut berkarat dan rusak.
"Artinya di darat dibersihkan. Kalau itu di dalam sebuah kapal yang tertutup, logika saja ya mestinya ndak (kena air laut)," kata Jokowi.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menilai, karat dan kerusakan pada bus baru Transjakarta dan BKTB hanyalah masalah kecil yang tak akan berpengaruh pada performa mesin dan operasional bus. Karena itu, ia meminta agar masalah tersebut tidak dibesar-besarkan.
"Misalnya fan belt (tali kipas) AC kendor, itu saja jadi masalah, terus tabung di oli kendor, ini kan bisa diganti, terus radiator bocor, itu kan hanya setelan saja bisa diselesaikan, yang penting ini kan bukan mesin yang berarti. Ini kan istilahnya minor item bukan major item," ujar Pristono di Balaikota DKI Jakarta, Senin (10/2/2014).
Untuk itu, pihaknya meminta semua pihak agar tidak khawatir terhadap hal tersebut. "Yang rusak kan bukan semuanya, cuma atap-atapnya. Ada bagian-bagian tertentu dan tidak semua mobil yang berkarat," jelas dia.
Komponen yang karat dan rusak itu, kata Udar, ada pada bus-bus produksi China bermerk Ankai dan bus yang dirakit oleh karoseri dalam negeri. "Yang Transjakarta diproduksi dari China dan 10 BKTB dari Karoseri," urai Pristono.
Siap Tanggung Jawab
Udar memastikan pihak ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) siap bertanggung jawab dan mengganti komponen-komponen yang rusak dan penuh karat tersebut.
"Tetapi saya katakan beliau (ATPM) yang bertanggung jawab. Sehingga mau menyelesaikan. ATPM dan vendor bertanggung jawab full dan telah siap untuk mengganti," ungkap Pristono.
Presiden Direktur PT San Abadi selaku ATPM Bus Transjakarta Articulated, Indra Krisna mengatakan, akan bertanggung jawab dan mengganti seluruh kerusakan dan karat dan pada 5 bus Transjakarta yang dikirim dari Shanghai, China itu.
Pihaknya telah memesan suku cadang yang mengalami kerusakan, namun belum sampai. "Kita sudah pesan suku cadangnya, tapi memang belum sampai. Kita akan bertanggung jawab full dengan perbaikan," tegas Indra. (Ali)