"Misalnya mau nonton pertandingan yang jam 4 subuh, ya tidurnya lebih awal jam 8 atau 9 malam,"
Jakarta, Begadang menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan di musim Piala Dunia seperti sekarang ini. Pakar kesehatan mengatakan bahwa sebenarnya begadang boleh saja dilakukan, asal waktu tidur terpenuhi.
"Tapi tetap tidak ada begadang sehat ya. Begadang mau bagaimana juga tetap aja nggak sehat," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran ketika dihubungi detikHealth, seperti ditulis Jumat (20/6/2014).
Namun jika memang tetap ingin begadang, dokter yang akrab disapa dr Ade pun tidak melarang. Hanya saja ia berpesan bagi yang ingin begadang agar mengetahui batas-batas kemampuan dirinya, serta memastikan diri bahwa begadang tidak akan mengganggu aktivitas esok hari.
Salah satunya adalah dengan pergi tidur lebih cepat. Dikatakan dr Ade bahwa orang dewasa membutuhkan waktu tidur selama 7-9 jam. Sehingga jika memang ingin menonton pertandingan sepakbola yang tayang dini hari, sebaiknya tidur dilakukan sebelum pukul 10 malam.
"Misalnya mau nonton pertandingan yang jam 4 subuh, ya tidurnya lebih awal jam 8 atau 9 malam," sambung dr Ade lagi.
Jika memang tak bisa tidur lebih awal, dr Isman Firdaus, SpJP(K)-FIHA ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita mengatakan sebaiknya tidurnya diganti dengan tidur siang. Sehingga meski waktu tidur malam kurang, bisa ditutupi dengan tidur siang.
"Ya kalau memang ingin nonton bola sebaiknya tidur siangnya dicukupi, jadi waktu tidur tidak berkurang dan tubuh masih bisa istirahat," sambung dr Isman.
(up/up)
Tuesday, 1 July 2014
Begadang Nonton Bola Lebih Sehat dengan Kacang
"Begadang biasanya dibarengin sama cemilan, kaya soft drink kan tinggi banget gulanya. Selain gula, juga tinggi lemaknya seperti potato chip. Semakin malam metabolisme kan semakin turun, harusnya istrihatat tapi ini malah memupuk kalori. Kalori yang tidak terpakai akan disimpan jadi lemak meningkatkan resiko obesitas,"
Jakarta, Begadang sambil menyaksikan piala dunia kurang lengkap rasanya tanpa ada makanan pendamping, namun tidak semua makanan bisa dijadikan selingan. Beberapa bahan makanan ternyata memiliki efek yang buruk bagi tubuh jika dijadikan selingan malam.
Makanan seperti keripik dan bahan makanan goreng lainnya jika dijadikan selingan akan berdampak meningkatnya kolesterol pada tubuh seperti yang dikatakan oleh Nutrisionis Nutrifood, Mochamad Aldis Rusliadi, SKM. Semakin malam metabolisme tubuh akan semakin berkurang sehingga tubuh tidak memerlukan banyak asupan makanan pada saat itu.
"Begadang biasanya dibarengin sama cemilan, kaya soft drink kan tinggi banget gulanya. Selain gula, juga tinggi lemaknya seperti potato chip. Semakin malam metabolisme kan semakin turun, harusnya istrihatat tapi ini malah memupuk kalori. Kalori yang tidak terpakai akan disimpan jadi lemak meningkatkan resiko obesitas," ujar Aldis saat dihubungi via telepon, seperti ditulis Minggu (29/6/2014).
Selain itu Aldis juga memberikan komentarnya terkait makanan kacang-kacangan yang umum dijadikan makanan pendamping begadang.
Menurutnya kacang dapat menjadi makanan pendamping yang baik jika pengolahannya tepat. Banyak produk kacang-kacangan yang telah dikemas memiliki kandungan garam tinggi yang berkaitan dengan bahaya hipertensi.
"Kacang mengandung asam lemak tidak jenuh bagus untuk jantung. Kacang yang baik itu yang direbus, kukus, atau disangrai. Saya tidak merekomendasikan sukro, mending kacang tanah yang ada kulitnya. Kalau sukro digoreng ada tepungnya juga yang bikin kalori tambah tinggi," kata Aldis.
Selain kacang-kacangan, bahan makanan lain yang dapat dijadikan selingan saat begadang menyaksikan bola adalah buah. Buah baik untuk tubuh karena dapat menurunkan kolesterol.
"Coba makan buah tapi yang rendah gula, buah-buahan kering seperti kismis dan kurma kadar gulanya tinggi. Softdrink kurangi saja, lebih baik air putih. Kalau mau pakai salad jangan pake mayo, dressingnya pake yoghurt non-fat atau olive oil," lanjut Aldis memberikan saran tambahan.
Kebiasaan begadang sebaiknya dikurangi. Aldis mengatakan begadang tidak baik untuk tubuh karena mengurangi kebutuhan istirahat tubuh yang dapat berakibat kepada penyakit-penyakit degeneratif. Terlebih apabila begadang diselingi juga dengan aktivitas makan.
"Sakit yang efeknya langsung paling begah atau perut rasanyanya tidak enak. Habis makan langsung tidur, dari lambung makanan tadi bisa balik ke kerongkongan," tutup Aldis.
(up/up)
Makanan seperti keripik dan bahan makanan goreng lainnya jika dijadikan selingan akan berdampak meningkatnya kolesterol pada tubuh seperti yang dikatakan oleh Nutrisionis Nutrifood, Mochamad Aldis Rusliadi, SKM. Semakin malam metabolisme tubuh akan semakin berkurang sehingga tubuh tidak memerlukan banyak asupan makanan pada saat itu.
"Begadang biasanya dibarengin sama cemilan, kaya soft drink kan tinggi banget gulanya. Selain gula, juga tinggi lemaknya seperti potato chip. Semakin malam metabolisme kan semakin turun, harusnya istrihatat tapi ini malah memupuk kalori. Kalori yang tidak terpakai akan disimpan jadi lemak meningkatkan resiko obesitas," ujar Aldis saat dihubungi via telepon, seperti ditulis Minggu (29/6/2014).
Selain itu Aldis juga memberikan komentarnya terkait makanan kacang-kacangan yang umum dijadikan makanan pendamping begadang.
Menurutnya kacang dapat menjadi makanan pendamping yang baik jika pengolahannya tepat. Banyak produk kacang-kacangan yang telah dikemas memiliki kandungan garam tinggi yang berkaitan dengan bahaya hipertensi.
"Kacang mengandung asam lemak tidak jenuh bagus untuk jantung. Kacang yang baik itu yang direbus, kukus, atau disangrai. Saya tidak merekomendasikan sukro, mending kacang tanah yang ada kulitnya. Kalau sukro digoreng ada tepungnya juga yang bikin kalori tambah tinggi," kata Aldis.
Selain kacang-kacangan, bahan makanan lain yang dapat dijadikan selingan saat begadang menyaksikan bola adalah buah. Buah baik untuk tubuh karena dapat menurunkan kolesterol.
"Coba makan buah tapi yang rendah gula, buah-buahan kering seperti kismis dan kurma kadar gulanya tinggi. Softdrink kurangi saja, lebih baik air putih. Kalau mau pakai salad jangan pake mayo, dressingnya pake yoghurt non-fat atau olive oil," lanjut Aldis memberikan saran tambahan.
Kebiasaan begadang sebaiknya dikurangi. Aldis mengatakan begadang tidak baik untuk tubuh karena mengurangi kebutuhan istirahat tubuh yang dapat berakibat kepada penyakit-penyakit degeneratif. Terlebih apabila begadang diselingi juga dengan aktivitas makan.
"Sakit yang efeknya langsung paling begah atau perut rasanyanya tidak enak. Habis makan langsung tidur, dari lambung makanan tadi bisa balik ke kerongkongan," tutup Aldis.
(up/up)
Ilmuwan Skotlandia Ciptakan Ribuan Jantung Mini
"Tidak berhenti disitu, kami juga mengetes beberapa jenis obat-obatan yang dapat mencegah hypertrophy jantung pada jantung mini ini,"
Jakarta, Bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan jantung lebih jauh, peneliti dari Universitas Abertay, Skotlandia, menumbuhkan sel-sel mini yang fungsinya menyerupai jantung.
Penemuan tersebut dipresentasikan oleh para ilmuwan Skotlandia pada kongres Biotechnology dunia di Valencia, Spanyol. Sel jantung mini memiliki bentuk seperti bola dan berdetak setiap dua detik di cawan petri, selain itu juga memiliki jaringan yang sama seperti pada jantung manusia umumnya.
Jantung-jantung miniatur tersebut dibuat dengan menggunakan sel punca atau yang lebih dikenal dengan nama stem cell. Dengan diameter hanya satu milimeter, jantung mini ini nantinya akan digunakan untuk eksperimen pengobatan menggunakan bahan-bahan kimia yang tidak bisa dilakukan sebelumnya.
Pemimpin penelitian, Prof Nikolai Zhelev mengatakan jantung mini nantinya akan diberikan penyakit khususnya hypertrophy jantung yang membuat jantung bekerja semakin keras memompa darah.
"Tidak berhenti disitu, kami juga mengetes beberapa jenis obat-obatan yang dapat mencegah hypertrophy jantung pada jantung mini ini," ujar Zhelev seperti dikutip dari BBC, Senin (30/6/2014).
Hypertrophic cardiomyopathy atau hypertrophy jantung adalah penyakit yang tidak bisa diobati. Otot jantung menjadi lebih tebal dan kaku, sehingga sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pada beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan jantung berhenti bekerja mendadak.
Zhelev mengatakan nantinya jantung mini tersebut akan memungkinkan para peneliti dengan cepat memindai berbagai bahan kimia dan melihat mana yang berpotensi menjadi obat.
"Kita bisa bekerja dengan 1.000 jantung manusia dan menguji sejumlah besar senyawa kimia yang tidak dapat Anda lakukan pada hewan," tutup Zhelev.
(up/up)
Jakarta, Bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan jantung lebih jauh, peneliti dari Universitas Abertay, Skotlandia, menumbuhkan sel-sel mini yang fungsinya menyerupai jantung.
Penemuan tersebut dipresentasikan oleh para ilmuwan Skotlandia pada kongres Biotechnology dunia di Valencia, Spanyol. Sel jantung mini memiliki bentuk seperti bola dan berdetak setiap dua detik di cawan petri, selain itu juga memiliki jaringan yang sama seperti pada jantung manusia umumnya.
Jantung-jantung miniatur tersebut dibuat dengan menggunakan sel punca atau yang lebih dikenal dengan nama stem cell. Dengan diameter hanya satu milimeter, jantung mini ini nantinya akan digunakan untuk eksperimen pengobatan menggunakan bahan-bahan kimia yang tidak bisa dilakukan sebelumnya.
Pemimpin penelitian, Prof Nikolai Zhelev mengatakan jantung mini nantinya akan diberikan penyakit khususnya hypertrophy jantung yang membuat jantung bekerja semakin keras memompa darah.
"Tidak berhenti disitu, kami juga mengetes beberapa jenis obat-obatan yang dapat mencegah hypertrophy jantung pada jantung mini ini," ujar Zhelev seperti dikutip dari BBC, Senin (30/6/2014).
Hypertrophic cardiomyopathy atau hypertrophy jantung adalah penyakit yang tidak bisa diobati. Otot jantung menjadi lebih tebal dan kaku, sehingga sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pada beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan jantung berhenti bekerja mendadak.
Zhelev mengatakan nantinya jantung mini tersebut akan memungkinkan para peneliti dengan cepat memindai berbagai bahan kimia dan melihat mana yang berpotensi menjadi obat.
"Kita bisa bekerja dengan 1.000 jantung manusia dan menguji sejumlah besar senyawa kimia yang tidak dapat Anda lakukan pada hewan," tutup Zhelev.
(up/up)
Selain Lawan Penyakit, Sel Darah Putih Juga Bisa Sebabkan Serangan Jantung
"Sel darah putih penting untuk melawan infeksi dan penyembuhan, tetapi jika Anda mempunyai banyak sel darah putih, atau sel tersebut berada di tempat yang salah, maka bisa menjadi bahaya,"
Jakarta, Banyak yang sudah mengetahui bahwa stres kronik dapat menyebabkan penyakit jantung. Tetapi bagaimana sebenarnya stres dapat memicu serangan jantung?
Seperti dilansir dari ABC, Selasa (1/7/2014), studi terbaru menunjukkan bahwa stres kronik menyebabkan produksi sel darah putih yang berlebih dapat memperburuk peradangan pada bagian arteri. Menurut jurnal Nature Medicine, penemuan ini dapat menjelaskan bagaimana peningkatan stres beresiko terhadap serangan jantung.
"Sel darah putih penting untuk melawan infeksi dan penyembuhan, tetapi jika Anda mempunyai banyak sel darah putih, atau sel tersebut berada di tempat yang salah, maka bisa menjadi bahaya," imbuh Matthias Nahrendorf dari Harvard Medical School.
Kelebihan sel darah putih dapat menyebabkan adanya gumpalan dalam dinding arteri. Selain itu dapat membatasi aliran darah dan membuat gumpalan tersebut membeku dan menghalangi atau memutuskan sirkulasi darah. Menurutnya, gejala ini seperti gejala para penderita kolesterol dan tekanan darah tinggi serta merokok yang mengakibatkan serangan jantung atau stroke.
Untuk menemukan hubungan antara stres dan serangan jantung tersebut, Matthias Nahrendorf dari Harvard Medical School dan timnya menyelidiki 29 perawat yang bekerja di unit perawatan intensif. Perawat dipilih karena mereka diharuskan untuk bertindak cepat dan memiliki tanggung jawab yang besar dalam menangani keputusan hidup dan mati seseorang. Oleh karena itu lingkungan kerja mereka dapat memicu timbulnya stres kronik.
Dengan membandingkan sampel darah ketika mereka bekerja dengan tidak bekerja, para peneliti menemukan hubungan antara stres dengan sistem imun. Stres mengaktifkan sel induk sumsum tulang, yang menggerakkan produksi berlebih pada sel darah putih atau leukosit.
(up/up)
Seperti dilansir dari ABC, Selasa (1/7/2014), studi terbaru menunjukkan bahwa stres kronik menyebabkan produksi sel darah putih yang berlebih dapat memperburuk peradangan pada bagian arteri. Menurut jurnal Nature Medicine, penemuan ini dapat menjelaskan bagaimana peningkatan stres beresiko terhadap serangan jantung.
"Sel darah putih penting untuk melawan infeksi dan penyembuhan, tetapi jika Anda mempunyai banyak sel darah putih, atau sel tersebut berada di tempat yang salah, maka bisa menjadi bahaya," imbuh Matthias Nahrendorf dari Harvard Medical School.
Kelebihan sel darah putih dapat menyebabkan adanya gumpalan dalam dinding arteri. Selain itu dapat membatasi aliran darah dan membuat gumpalan tersebut membeku dan menghalangi atau memutuskan sirkulasi darah. Menurutnya, gejala ini seperti gejala para penderita kolesterol dan tekanan darah tinggi serta merokok yang mengakibatkan serangan jantung atau stroke.
Untuk menemukan hubungan antara stres dan serangan jantung tersebut, Matthias Nahrendorf dari Harvard Medical School dan timnya menyelidiki 29 perawat yang bekerja di unit perawatan intensif. Perawat dipilih karena mereka diharuskan untuk bertindak cepat dan memiliki tanggung jawab yang besar dalam menangani keputusan hidup dan mati seseorang. Oleh karena itu lingkungan kerja mereka dapat memicu timbulnya stres kronik.
Dengan membandingkan sampel darah ketika mereka bekerja dengan tidak bekerja, para peneliti menemukan hubungan antara stres dengan sistem imun. Stres mengaktifkan sel induk sumsum tulang, yang menggerakkan produksi berlebih pada sel darah putih atau leukosit.
(up/up)
Subscribe to:
Posts (Atom)